Hari jum’at, 6 November 2009, bersama sekitar 60 an mahasiswa lainnya, saya menyempatkan diri berkunjung ke gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Badan Pengawas Pasar Modal – Lembaga Keuangan (Bapepam-LK). Kunjungan yang bertajuk “Investour Goes to BEI and Bapepam-LK” ini merupakan acara yang diadakan oleh Capital Market Club (CMC) STAN, walaupun sebenarnya saya juga ingin menambah wawasan saya tentang pasar modal melalui seminar-seminar yang diadakan di kedua gedung itu, tujuan  saya mengikuti acara ini sebenarnya hanyalah umtuk  menyaksikan secara langsung seperti apa bentuk gedung yang tiap harinya (kecuali hari sabtu dan minggu serta hari libur nasional) menjadi tempat terjadinya transaksi bernilai triliunan rupiah dan juga gedung tempat berlokasinya badan yang mengatur dan mengawasi transaksi-transaksi itu berada sekaligus untuk mengisi waktu luang yang terlampau banyak karena dalam seminggu kuliah hanya dilakukan dua hari akibat adanya renovasi besar-besaran di kampus. Agak aneh memang, kampus terkesan lebih mementingkan pembangunan fisik daripada pelayanan terhadap para mahasiswanya, tapi saya yakin maksud sebetulnya pasti tidak seperti itu. Lanjut lagi tentang kunjungannya, dalam seminar yang diadakan baik di BEI maupun Bapepam-LK dijelaskan tentang seluk beluk pasar modal dan berbagai peraturan yang mengaturnya. Seminar di Bapepam – LK saya pikr lebih menarik, lebih santai dan yang paling penting, terdapat snack yang dihidangkan, tidak seperti ketika di BEI,haha.. dua pegawai Bapepam-LK yang merupakan alumnus STAN menjadi pembicara dalam seminar yang berlangsung kurang lebih dua jam tersebut, mereka berhasil membuat suasana menjadi lebih hidup,berbagai pertanyaan datang silih berganti tetapi dapat mereka jawab dengan lugas dan cerdas serta dengan diselingi guyonan yang tidak norak sehingga membuat suasana menjadi benar-benar hidup, menyenangkan dan penuh keakraban, halah lebay.. Adapun saya, seperti biasa, kalau ada acara-acara yang ada tanya jawabnya seperti ini, termasuk ketika presentasi di kelas pasti sebagian besar tersebut berakhir tanpa adanya pertanyaan dari saya. Namun jujur, kali ini saya benar-benar tidak bisa membuat pertanyaan, saya kurang bisa menangkap materi yang disampaikan, selain karena memang sudah tidak ada niat untuk memperhatikan, kebiasaan melek sampai larut malam akhir-akhir ini membuat mata saya terasa amat berat, ngantuk sekali, jadi, kendati sudah disediakan souvenir-souvenir cantik bagi yang bertanya, saya tetap tidak mau bertanya karena saya memang tidak bisa membuat pertanyaan,haha..Satu hal penting yang saya dapatkan dari kedua seminar itu adalah adanya suatu fakta bahwa jumlah orang Indonesia yang berinvestasi dalam bursa pasar modal hanya sebesar kurang lebih 0,6 % dari total keseluruhan warga negara Indonesia, kalah jauh dari Malaysia yang mencapai sekitar 7 % (cmiiw) yang sebenarnya dulu belajar dari kita. Itu juga menunjukan bahwa padar modal kita lebih dikuasai oleh orang-orang asing sehingga ketika terjadi krisis seperti tahun 2008 lalu, IHSG bisa langsung anjlok karena orang-orang asing itu lebih mementingkan cash mereka (cmiiw lagi). Pada akhir seminar, pembicara menyarankan agar kalau bisa mahasiswa-mahasiswa seperti saya ini dapat ikut berinvestasi dalam pasar modal baik melalui reksadana maupun melalui instrumen investasi  lainnya. Acara selesai sekitar pukul 15.45, setelah sholat ashar rombongan pulang dan sampai di kampus kira-kira pukul setengah tujuh malam. Sebuah pengalaman yang lumayan menyenangkan :)